Dengankata lain bahwa data adalah fakta yang belum terorganisasi dengan baik sehingga tidak memunyai makna.Data mempunyai makna membutuhkan proses lebih lanjut. Apabila data dihubungkan dengan masalah spesifik akan berubah menjadi informasi. Informasi adalah data yang telah diproses dengan dihubungkan dengan masalah. D.
Semarang50517 RAPI ☎ WA 0813 2744 6997 Arsitek Renovasi Rumah Di Ungaran Barat, Kab. Semarang 50517 ~ ☎ WA 0813 2744 6997 Waktu Mendirikan Rumah Menurut Islam Pringapus, Kab. Semarang 50214 ☎ WA 0813 2744 6997 Renovasi Rumah Type 90 2. Agrokompleks Kita. Beranda; perikanan. Budidaya lele; Budidaya Nila;
krepyakatau jalusi dan lapisan dalam merupakan jendela kaca. Jenis jendela ini merupakan ciri khas percampuran arsitektur barat (Belanda) dan arsitektur timur (tradisional) yang banyak diterapkan pada perkembangan arsitektur abad ke-20. Jendela kedua merupakan casement windows sedangkan jendela jenis ketiga merupakan fixed windows. 5. Kolom
cash. Arsitektur merupakan salah satu bentuk dari kebudayaan yang lahir dan berkembang seiring dengan perkembangan peradaban manusia. Arsitektur sudah ada sejak manusia pertama hidup di bumi ini, untuk melindungi dirinya dari alam, baik itu terhadap perubahan iklim dan cuaca, terhadap serangan binatang, ataupun terhadap serangan manusia dari kelompok lainnya. Arsitektur bisa dikatakan sudah menjadi bagian dari kebudayaan manusia, yang terkait dengan berbagai segi kehidupan seperti seni, teknologi geografi, dan sejarah. Dari segi seni, arsitektur adalah seni untuk mendirikan bangunan dengan berbagai macam bentuk dan ragam hiasannya. Dari segi teknologi, arsitektur adalah proses perencanaan dan perancangan serta sistem dalam mendirikan bangunan. Dari segi geografi dan sejarah, arsitektur adalah ungkapan fisik dari peninggalan budaya suatu masyarakat dalam batasan tempat dan waktu tertentu. Inti dari semuanya adalah kita tidak akan dapat memahami secara menyeluruh sebuah karya arsitektur tanpa beberapa latar belakang pengetahuan yang mendukung. Perkembangan dan perubahan Sosial Politik; Ketersediaan akan material dan bahan bangunan; Kemajuan pengetahuan dan teknologi; Perubahan dalam mode dan fungsi pendukung; dan Pengaruh kebudayaan asing. Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan arsitektur di Eropa sedikit banyak memberikan pengaruh yang cukup kuat terhadap perkembangan arsitektur didunia, dari masa antik Yunani dan Klasik Romawi yang memberikan pengaruh hingga beberapa abad, hingga masa revolusi industri diakhir abad 18 yang menjadi momentum awal dari gerakan modernisme di hampir seluruh bidang Teknologi, Sosial Ekonomi dan Budaya. Pada masa ini Modernisme dianggap sebagai kecenderungan yang mengakar pada ide atau gagasan yang mengatakan bahwa bentuk ―tradisional‖ dari seni, arsitektur, kesusasteraan, agama/kepercayaan, organisasi kemasyarakatan, kehidupan sehari-hari, sebagai sesuatu yang ketinggalan jaman outdated sehingga harus ditinggalkan. Di bidang Arsitektur para arsiteknya mengatakan bahwa segala desain harus berdasarkan pada rasional dan logika, dimana segala sesuatu harus dapat dipertanggung jawabkan secara fungsi maupun asas gunanya. Keadaan ini berlangsung hingga sekitar tahun 60-an hingga gaya klasik kembali dirindukan bahkan kemudian diungkapkan kembali yang kemudian diikuti dengan penetapan dasar filsafat dan bahasa formal yang lebih baru dan lebih luas batasannya sebagai suatu desain. Hal ini kemudian melahirkan langgam baru yang dinamakan Posmodern dan Dekonstruksi. Berdasarkan penjelasan singkat diatas, dapat dikatakan bahwa langgam atau gaya arsitektur yang muncul akan menjadi suatu perwakilan identitas dari suatu rentang waktu tertentu ataupun pada suatu wilayah/negara tertentu, yang suatu saat dapat hilang ataupun dapat muncul kembali dalam bentuk yang baru. Tiap-tiap langgam tersebut biasanya didukung oleh teori dan konsep perancangan yang terbentuk baik secara kebiasaan adat-istiadat atau tradisi yang kemudian dibakukan, ataupun merupakan reaksi dan kritik terhadap keterbakuan tersebut.
Dalam Kamus besar Bahasa Indonesia , garis adalah coretan panjang lurus, lengkung atau bengkok. Garis merupakan elemen penting dalam seluruh formasi konstruksi visual. Sebuah garis memiliki panjang dan arah, amun tiak memiliki lebar dan kedalaman. Berbeda dengan titik yang hanya bersifat statis, garis menggambarkan jalur pergerakan sebuah titik dan mampu menunjukkan arah, pergerakan dan pertumbuhan secara visual. Garis dapat digunakan untuk menggabungkan, menghubungkan , menopang , mengelilingi ataupun memotong dalam elemen visual lainnya. Garis juga digunakan untuk menjelaskan batas-batas serta memberikan bentuk kepada bidang dan menegaskan permukaan bidang. Dari bentuknya,sebuah garis merupakan perpanjangan dari titik. Untuk memperlihatkan sebuah titik dalam ruang, titik tersebut harus diproyeksikan secara linier menggunakan garis. Dua buah titik meIukiskan seuah garis yang menghubungkannya. Meskipun titik-titik tersebut memberikan panjang tertentu pada garis, garis itu juga dapat dianggap sebagai segmen dan garis yang panjangnya tidak terbatas. Sebuah titik yang diperpanjang akan mejadi sebuah garis. Secara konseptual, garis memiliki panjang, tapi tanpa lebar maupun kedalaman. Jika sebuah titik secara alamiah adalah statis, maka sebuah garis, dalam menggambarkan jalur pergerakan sebuah titik, mampu mengekspresikan arah, pergerakan dan pertumbuhan secara visual. 2 Unsur-unsur garis dalam elemen linear vertikal yaitu a. Kolom b. Tugu c. Menara Unsur Bentuk Bentuk adalah segala hal yang memiliki diameter tinggi dan menurut kamus adalah lengkung , keluk , lentur , wujud atau rupa. Bentuk adalah sebuah istilah yang bisa mengandung beberapa makna, bentuk bisa menunjukkan sebuah kondisi khusus misalnya bentuk benda padat/solid atau cair. Dalam seni design istilah bentuk digunakan untuk melambangkan struktur teratur suatu karya. Bentuk menawarkan rujukan baik pada struktur internal maupun eksternal serta prinsip yang memberikan suatu kesatuan pada keseluruhan. Bentuk adalah sebuah istilah inklusif yang memiliki beberapa makna. Ia bisa merujuk pada sebuah penampilan eksternal yang dapat dikenali, seperti kursi atau tubuh manusia yang mendudukinya. 3 Bentuk itu sendiri memiliki suatu bentuk dasar yang merupakan aspek prinsip yang membantu kita mengidentifikasi serta mengatagorikan bentuk. Bentuk dasar
arsitektur barat selalu dihubungkan dengan